Cahaya merupakan hal yang penting bagi kehidupan manusia. Manusia menggunakan
cahaya dalam berbagai kebutuhan sehari- hari. Benda yang dapat memancarkan
cahaya disebut dengan sumber cahaya. Beberapa sumber cahaya dapat kita temukan
dalam kehidupan kita seperti sinar matahari, api, bintang, dan lampu.
Nah, sebenarnya apakah cahaya itu , sifat- sifat dan contohnya dalam kehidupan
sehari- hari, akan kita bahas lebih lanjut melalui tulisan ini.
Pengertian Cahaya
Cahaya merupakan bentuk radiasi yang dapat dilihat dan ditangkap oleh mata
manusia. Cahaya termasuk dalam gelombang elektromagnetik yaitu gelombang yang
dapat merambat meskipun tidak ada medium. Hal ini dapat dibuktikan ketika
sinar matahari melewati ruang hampa udara hingga sampai ke bumi.
Gambar oleh Bianca dari Pixabay |
Berdasarkan jenisnya, cahaya dibedakan menjadi dua yaitu cahaya yang tampak
dan cahaya yang tidak tampak. Cahaya tampak merupakan cahaya yang apabila
cahaya tersebut mengenai benda maka akan dapat dilihat oleh manusia. Cahaya
matahari merupakan contoh dari bentuk cahaya tampak. Sementara cahaya tak
tampak merupakan cahaya yang apabila mengenai benda, maka tidak akan tampak
lebih terang atau masih sama sebelum terkena cahaya. Contoh dari cahaya tak
tampak adalah pada sinar x dan sinar inframerah.
Sifat- Sifat Cahaya
Sebagai gelombang energi, cahaya memiliki sifat- sifat tertentu.
1. Cahaya dapat Merambat Lurus
Ketika cahaya melewati medium yang memiliki partikel sama atau setara maka
cahaya dapat merambat lurus. Dalam kehidupan sehari- hari kita dapat melihat
contoh bahwa cahaya dapat merambat lurus pada sorot lampu motor atau mobil
yang lurus ke depan. Selain itu dapat kita lihat pada pancaran sinar matahari
yang lurus.
2. Cahaya dapat menembus benda bening
Cahaya dapat menembus benda yang bening atau transparan karena sifatnya yang
meneruskan cahaya yang mengenainya. Contohnya adalah ketika kita dapat melihat
isi dari kolam yang jernih dan bisa melihat keluar jendela kaca yang
bening.
3. Cahaya dapat dibiaskan
Saat kita mencelupkan pensil ke dalam air, seakan- akan pensil tersebut tampak
patah atau bengkok. Hal ini terjadi ketika cahaya yang menembus air akan
berubah arah sehingga dibelokkan. Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa cahaya
dapat dibiaskan. Pembiasan sendiri merupakan peristiwa pembelokan arah
rambatan cahaya. Contoh lainnya dapat dilihat saat kita melihat kolam yang
airnya jernih akan tampak dangkal daripada ukuran kedalaman sebenarnya.
Gambar oleh Reimund Bertrams dari Pixabay |
4. Cahaya dapat dipantulkan
Saat kita bercermin, kita akan melihat bayangan tubuh kita dalam cermin
tersebut. Hal ini terjadi karena adanya cahaya yang dipantulkan tubuh mengenai
permukaan cermin, kemudian dipantulkan dan dipancarkan kembali kepada mata
sehingga dapat melihat bayangan kita.
Teman- teman, Sifat pemantulan yang dimiliki cahaya dibagi menjadi dua, yakni
pemantulan teratur dan pemantulan baur atau difus. Pada proses pemantulan
teratur, berkas cahaya akan memantul sejajar sehingga dapat membentuk bayangan
benda dengan sangat baik. Sementara pada proses pemantulan baur, pemantulan
cahaya terjadi pada permukaan yang tidak rata seperti pada pohon, batu,
tembok, dan sebagainya maka cahaya yang dipantulkan memiliki arah yang tidak
beraturan.
5. Cahaya dapat diserap
Cahaya dapat menembus benda bening dan transparan. Namun pada benda gelap,
cahaya tidak dapat menembusnya. Benda yang berwarna putih memiliki sifat
memantulkan cahaya sementara pada benda yang berwarna hitam bersifat menyerap
cahaya.
6. Cahaya dapat diuraikan
Pelangi yang muncul sehabis hujan akan menunjukkan macam- macam warna yang
indah seperti merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Hal ini
merupakan contoh dari penguraian warna cahaya matahari yang dibiaskan oleh
titik - titik air hujan.
Gambar oleh Sharon dari Pixabay |
Hal yang sama juga dapat dilakukan saat kita menyinari sebuah prisma dengan
cahaya senter, maka akan tampak warna- warna yang berbeda layaknya
pelangi.
7. Cahaya dapat mengalami pelenturan atau difraksi
Pada saat kita berada pada ruangan yang tertutup, maka kita masih dapat
menemukan cahaya masuk ke dalam ruangan meskipun semua sudut sudah tertutup.
Hal ini terjadi karena cahaya bisa masuk meskipun pada celah sempit
sekalipun.
Pemanfaatan Sifat- Sifat Cahaya
Sifat- sifat cahaya dapat dimanfaatkan dalam pembuatan berbagai macam alat
optik seperti kamera, periskop, lup, mikroskop, teleskop, dan sebagainya.
1. Kamera
Kamera merupakan alat yang digunakan untuk membentuk gambar suatu objek.
Kamera terdiri dari beberapa lensa. Kamera memanfaatkan cahaya yang masuk ke
lensa untuk membentuk gambar pada film.
2. Periskop
Periskop merupakan alat yang digunakan pada kapal selam untuk mengamati
permukaan laut pada kedalaman lautan. Prinsip pemanfaatan cahaya pada periskop
adalah cahaya dari atas permukaan laut ditangkap oleh cermin yang
kemudian dipantulkan menuju kepada pengamat yang ada di kapal selam. Persikop
menggunakan cermin datar dengan lensa objektif dan okuler.
3. Lup
Lup merupakan kaca pembesar yang digunakan untuk melihat benda- benda yang
kecil agar tampak lebih besar dan jelas. Lup menggunakan lensa cembung.
4. Mikroskop
Mikroskop merupakan alat yang digunakan untuk melihat benda- benda yang kecil
dan tidak dapat dilihat melalui mata seperti bakteri. Mikroskop memanfaatkan
lensa cembung.
5. Teleskop
Gambar oleh NoName_13 dari Pixabay |
Teleskop disebut juga sebagai teropong. Prinsip kerjanya membiaskan cahaya
melalui lensa sehingga objek yang jauh jaraknya terlihat sangat dekat.
6. Kacamata
Kacamata membantu seseorang yang mengalami masalah penglihatan agar dapat
melihat benda- benda dengan jelas.
Itulah Sifat- sifat Cahaya dan Contohnya dalam Kehidupan Sehari- Hari.
Tentunya masih ada sifat- sifat cahaya lainnya yang belum kami sebutkan
melalui tulisan di atas. Ada tambahan sifat- sifat cahaya lainnya? bisa
tuliskan di kolom komentar yaa ... Oya buat teman- teman yang ingin berlatih
soal untuk materi cahaya di atas, bisa lanjut untuk latihannya melalui tulisan
berikut,
Terima kasih.
Salam.
No comments:
Post a Comment