Ahzaa.Net
Rangkuman Materi Membuat Laporan Perjalanan: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi

Rangkuman Materi Membuat Laporan Perjalanan: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi

Hai sahabat AhzaaNet, kita teruskan yaa belajarnya. Pada post kali ini, kita akan belajar mata pelajaran Bahasa Indonesia kelas 6 SD/MI dalam topik membuat laporan perjalanan

Laporan Perjalanan Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI
Rangkuman Materi Laporan Perjalanan Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI

Secara garis besar, laporan perjalanan merupakan suatu tulisan yang berisikan kegiatan atau peristiwa yang dilakukan seseorang menuju suatu tempat. Dalam laporan perjalanan, terdapat ciri- ciri, tujuan maupun struktur penyusunannya. 

Nah, lebih lanjut tentang laporan perjalanan, dapat teman- teman pelajari melalui pembahasan singkat berikut ini. Pada bagian akhir, kalian juga dapat berlatih soal untuk lebih memahami tentang laporan perjalanan. 

Baik, langsung saja yaa, berikut uraian secara singkat laporan perjalanan. 

Pengertian Laporan Perjalanan

Laporan perjalanan adalah karangan yang berisi paparan pengalaman seseorang selama melakukan perjalanan ke suatu tempat. Laporan perjalanan ditulis secara runtut, jelas, dan sistematis sehingga pembaca seolah-olah dapat merasakan dan membayangkan sendiri perjalanan yang dilakukan oleh penulis.

Laporan perjalanan bukan sekadar catatan biasa. Laporan ini merupakan tulisan yang terstruktur dan informatif, memuat fakta-fakta yang ditemui selama perjalanan, mulai dari tempat yang dikunjungi, kegiatan yang dilakukan, hingga kesan dan pesan yang diperoleh.

Tujuan Laporan Perjalanan

Laporan perjalanan ditulis dengan beberapa tujuan utama. Adapun tujuan dari laporan perjalanan adalah sebagai berikut:

  1. Untuk mendokumentasikan pengalaman perjalanan secara tertulis agar dapat dibaca dan dikenang kembali di kemudian hari. 
  2. Untuk berbagi informasi kepada pembaca tentang tempat, budaya, atau kondisi suatu daerah yang dikunjungi. 
  3. Untuk memberikan gambaran nyata kepada orang lain yang berencana mengunjungi tempat yang sama. 
  4. Untuk memenuhi tugas sekolah atau keperluan resmi setelah mengikuti kegiatan kunjungan, study tour, atau perjalanan dinas.


Ciri-Ciri Laporan Perjalanan

Laporan perjalanan memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari jenis tulisan lain. Berikut ciri- ciri dari laporan perjalanan: 

  1. Laporan perjalanan ditulis berdasarkan pengalaman nyata yang benar-benar dialami oleh penulis, bukan karangan fiktif. 
  2. Laporan perjalanan berisikan informasi faktual tentang tempat, waktu, kegiatan, dan kondisi yang ditemui selama perjalanan. 
  3. Laporan perjalanan ditulis secara runtut mengikuti urutan waktu atau urutan kejadian selama perjalanan berlangsung. 
  4. Laporan perjalanan juga memuat kesan, perasaan, dan pendapat pribadi penulis terhadap apa yang dilihat dan dialaminya.

Struktur Laporan Perjalanan

Laporan perjalanan yang baik disusun mengikuti struktur yang sistematis. Berikut struktur dari laporan perjalanan, 

  • Bagian pertama, pendahuluan, yang berisi latar belakang perjalanan, tujuan perjalanan, waktu dan tempat yang dikunjungi, serta siapa saja peserta yang ikut dalam perjalanan. 
  • Bagian kedua, isi laporan, yang memuat uraian rinci tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama perjalanan secara kronologis, deskripsi tempat yang dikunjungi, serta hal-hal menarik yang ditemui. 
  • Bagian ketiga, penutup, yang berisi simpulan, kesan dan pesan penulis, serta harapan atau saran yang ingin disampaikan berkaitan dengan perjalanan tersebut.

Langkah-Langkah Menulis Laporan Perjalanan

Teman- teman, untuk menyusun laporan perjalanan, ada beberapa langkah yang dapat diperhatikan diantaranya sebagai berikut, 

  1. Mencatat hal-hal penting selama perjalanan berlangsung, seperti nama tempat, waktu kunjungan, kegiatan yang dilakukan, dan fakta-fakta menarik yang ditemui. 
  2. Mengumpulkan bahan pendukung seperti foto, tiket masuk, brosur, atau catatan harian yang dibuat selama perjalanan. 
  3. Menyusun kerangka laporan berdasarkan struktur yang telah ditentukan. 
  4. Mengembangkan kerangka tersebut menjadi laporan yang utuh dengan menggunakan bahasa yang jelas, runtut, dan komunikatif. 
  5. Memeriksa kembali laporan yang telah ditulis untuk memastikan tidak ada kesalahan ejaan, tanda baca, maupun informasi yang kurang tepat.

Contoh Laporan Perjalanan

Berikut Contoh Teks Laporan Perjalanan yang dapat teman- teman cermati sebagai bahan belajar. 

Teks 1 

Kunjungan ke Candi Borobudur

Pada hari Sabtu, 10 Mei 2026, siswa-siswi kelas VI SDN Harapan Bangsa melaksanakan kegiatan study tour ke Candi Borobudur yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Rombongan yang terdiri dari 120 siswa dan 8 orang guru pendamping berangkat dari sekolah pukul 06.00 WIB menggunakan tiga bus sekolah.

Rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 08.30 WIB. Setibanya di sana, kami disambut oleh pemandu wisata yang akan menemani selama kunjungan berlangsung. Candi Borobudur berdiri megah di atas bukit hijau yang dikelilingi pegunungan. Udaranya sejuk dan segar, sangat berbeda dengan udara kota yang biasa kami hirup sehari-hari.

Pemandu wisata menjelaskan bahwa Candi Borobudur dibangun pada abad ke-8 pada masa Dinasti Syailendra dan merupakan candi Buddha terbesar di dunia. Kami mengelilingi candi dari tingkat terbawah hingga stupa induk yang berada di puncak. Di setiap tingkat, kami menyaksikan relief-relief yang terpahat indah dan menceritakan kisah-kisah kehidupan manusia hingga pencapaian nirwana. Total terdapat 2.672 panel relief dan 504 arca Buddha yang tersebar di seluruh bangunan candi.

Setelah mengelilingi candi, kami beristirahat dan makan siang di area yang telah disediakan. Sore harinya, kami berkesempatan mengunjungi Museum Karmawibhangga yang menyimpan berbagai artefak dan informasi tentang sejarah Candi Borobudur. Rombongan meninggalkan lokasi pukul 15.00 WIB dan tiba kembali di sekolah sekitar pukul 17.30 WIB.

Kunjungan ini memberikan pengalaman yang sangat berharga. Kami tidak hanya belajar tentang sejarah dan kebudayaan bangsa, tetapi juga semakin menyadari betapa agungnya warisan leluhur yang harus kita jaga dan lestarikan bersama.


Teks 2

Kunjungan ke Pantai Parangtritis

Liburan Hari Raya Idul Fitri tahun ini terasa sangat istimewa bagi keluarga kami. Pada tanggal 25 Maret 2026, kami sekeluarga mengunjungi Pantai Parangtritis yang terletak di Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kami berangkat dari rumah pukul 07.00 WIB dan menempuh perjalanan sekitar satu jam menggunakan mobil pribadi.

Sesampainya di Pantai Parangtritis, kami langsung disambut oleh pemandangan yang luar biasa indah. Ombak-ombak besar Samudra Hindia bergulung-gulung dan menghantam pantai dengan gemuruh yang terasa hingga ke dada. Hamparan pasir hitam yang luas membentang sejauh mata memandang, diapit oleh tebing-tebing kapur yang kokoh di sisi timur pantai.

Kami menghabiskan waktu dengan berjalan-jalan di tepi pantai, bermain pasir, dan menaiki kuda yang disewakan oleh warga setempat. Adikku yang baru berusia delapan tahun sangat gembira bisa menaiki kuda mengelilingi bibir pantai. Dari atas kuda, pemandangan pantai terlihat semakin luas dan memukau.

Sore harinya, kami menyempatkan diri untuk menikmati keindahan matahari terbenam dari pantai. Langit berubah menjadi jingga keemasan yang sangat memesona, dan siluet para wisatawan yang berdiri di tepi pantai tampak seperti lukisan alam yang tak ternilai harganya.

Kami meninggalkan Pantai Parangtritis pukul 18.00 WIB dengan hati yang penuh rasa syukur. Kunjungan ini mengingatkan kami betapa besarnya anugerah alam yang diberikan Tuhan kepada bangsa Indonesia. Kami berharap keindahan alam ini dapat terus terjaga untuk dinikmati oleh generasi mendatang.


Itulah contoh dua laporan perjalanan yang dapat kalian cermati. Selanjutnya untuk lebih memahami tentang laporan perjalanan, teman- teman dapat mengerjakan soal latihan terkait dengan topik yang disajikan yaitu tentang laporan perjalanan. Ada 15 butir soal laporan perjalanan yang dapat dikerjakan sebagai bahan latihan. Oya, latihan soal sudah dilengkapi dengan kunci jawaban untuk memudahkan belajar kalian. 

Berikut latihan soalnya...

Latihan Soal Laporan Perjalanan Bahasa Indonesia kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka


1. Pengertian yang tepat tentang laporan perjalanan adalah ....
A. Karangan fiktif yang menceritakan petualangan tokoh khayalan ke berbagai tempat
B. Karangan yang berisi paparan pengalaman nyata seseorang selama melakukan perjalanan ke suatu tempat secara runtut dan sistematis
C. Karangan yang berisi pendapat dan argumentasi penulis tentang suatu tempat wisata
D. Karangan yang berisi imajinasi penulis tentang tempat-tempat yang ingin dikunjungi


2. Berikut ini yang merupakan tujuan penulisan laporan perjalanan adalah ....
A. Meyakinkan pembaca agar mengunjungi tempat yang sama dengan penulis
B. Mengkritik kekurangan fasilitas yang ada di tempat wisata yang dikunjungi
C. Mendokumentasikan pengalaman perjalanan dan berbagi informasi kepada pembaca tentang tempat yang dikunjungi
D. Membandingkan berbagai tempat wisata untuk menentukan yang paling bagus


3. Berikut ini yang merupakan ciri khas laporan perjalanan yang membedakannya dari jenis tulisan lain adalah ....
A. Ditulis berdasarkan imajinasi dan kreativitas penulis secara bebas
B. Selalu menggunakan bahasa puitis dan penuh kiasan agar terasa indah
C. Berisi pendapat orang lain yang dikutip dari berbagai sumber bacaan
D. Ditulis berdasarkan pengalaman nyata dan disusun secara runtut mengikuti urutan kejadian


4. Dalam struktur laporan perjalanan, bagian pendahuluan berisi ....
A. Deskripsi rinci tentang setiap tempat yang dikunjungi selama perjalanan
B. Simpulan, kesan, pesan, dan saran yang ingin disampaikan penulis
C. Latar belakang, tujuan, waktu, tempat perjalanan, dan peserta yang ikut
D. Uraian kegiatan-kegiatan yang dilakukan secara kronologis selama perjalanan


5. Kata-kata berikut yang sering digunakan dalam laporan perjalanan untuk menandai urutan kejadian adalah ....
A. Meskipun, walaupun, namun, dan tetapi
B. Pertama, kemudian, setelah itu, selanjutnya, dan akhirnya
C. Sebab, karena, oleh karena itu, dan dengan demikian
D. Seandainya, andaikan, jika, dan apabila


Bacalah laporan perjalanan berikut untuk menjawab soal nomor 6 sampai 10.
Pada hari Kamis, 22 Mei 2026, seluruh siswa kelas VI SDN Nusa Indah melaksanakan kunjungan edukatif ke Taman Pintar Yogyakarta. Rombongan yang berjumlah 95 siswa dan 6 guru pendamping berangkat pukul 07.00 WIB menggunakan dua bus sekolah.

Rombongan tiba di Taman Pintar sekitar pukul 08.45 WIB. Kami langsung disambut oleh petugas yang memandu kami menuju gedung utama. Taman Pintar adalah wahana wisata edukasi yang dirancang khusus untuk menumbuhkan minat ilmu pengetahuan dan teknologi di kalangan anak-anak dan pelajar. Di sini terdapat berbagai zona pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.

Kami pertama-tama mengunjungi Zona IPTEK, di mana terdapat berbagai alat peraga ilmu pengetahuan yang dapat dicoba langsung oleh pengunjung. Di zona ini, kami belajar tentang prinsip-prinsip fisika, kimia, dan biologi dengan cara yang sangat menyenangkan dan mudah dipahami. Kemudian, kami melanjutkan perjalanan ke Gedung Oval yang menampilkan perkembangan sejarah ilmu pengetahuan dari masa ke masa. Di sana terdapat replika berbagai penemuan penting manusia yang sangat menakjubkan.

Setelah makan siang, rombongan mengunjungi Zona Tekno yang memamerkan berbagai teknologi terkini, termasuk simulator pesawat terbang yang menjadi favorit hampir seluruh siswa. Kami juga berkesempatan mengikuti pertunjukan sains interaktif yang dipandu oleh pemandu yang sangat komunikatif dan menarik.

Rombongan meninggalkan Taman Pintar pukul 15.30 WIB dan kembali ke sekolah sekitar pukul 17.00 WIB. Kunjungan ini sungguh membuka wawasan kami tentang betapa menarik dan pentingnya ilmu pengetahuan dalam kehidupan sehari-hari. Kami berharap dapat mengunjungi Taman Pintar kembali di lain waktu.

6. Informasi yang tepat berdasarkan laporan perjalanan di atas adalah ....
A. Rombongan siswa SDN Nusa Indah mengunjungi Taman Pintar pada hari Jumat, 23 Mei 2026
B. Rombongan terdiri dari 95 siswa dan 6 guru yang berangkat pukul 07.00 WIB menggunakan dua bus sekolah
C. Rombongan tiba di Taman Pintar sekitar pukul 07.45 WIB dan langsung memulai kunjungan
D. Kunjungan ke Taman Pintar dilakukan oleh siswa kelas V SDN Nusa Indah bersama orang tua mereka


7. Berdasarkan teks di atas, tujuan kunjungan yang dilakukan oleh siswa SDN Nusa Indah adalah ....
A. Mengikuti lomba sains tingkat nasional yang diselenggarakan di Taman Pintar Yogyakarta
B. Berlibur dan menikmati wahana permainan yang tersedia di Taman Pintar Yogyakarta
C. Melaksanakan kunjungan edukatif untuk menumbuhkan minat ilmu pengetahuan dan teknologi
D. Melakukan penelitian ilmiah tentang perkembangan teknologi di Indonesia


8. Menurut bacaan, zona yang menjadi favorit hampir seluruh siswa adalah ....
A. Zona IPTEK yang menyediakan berbagai alat peraga ilmu pengetahuan interaktif
B. Gedung Oval yang menampilkan perkembangan sejarah ilmu pengetahuan dari masa ke masa
C. Zona Tekno, khususnya simulator pesawat terbang yang sangat diminati siswa
D. Pertunjukan sains interaktif yang dipandu oleh pemandu yang komunikatif


9. Kesan yang disampaikan penulis di bagian akhir laporan perjalanan tersebut adalah ....
A. Penulis merasa kecewa karena tidak semua zona dapat dikunjungi oleh rombongan
B. Kunjungan membuka wawasan tentang pentingnya ilmu pengetahuan dan penulis berharap dapat kembali mengunjungi Taman Pintar
C. Penulis merasa perjalanan terlalu melelahkan karena harus berjalan jauh di dalam gedung
D. Penulis menyarankan agar Taman Pintar menambah lebih banyak wahana permainan untuk anak-anak


10. Berdasarkan isi laporan, urutan zona yang dikunjungi rombongan secara kronologis adalah ....
A. Gedung Oval, Zona Tekno, kemudian Zona IPTEK
B. Zona Tekno, Zona IPTEK, kemudian Gedung Oval
C. Zona IPTEK, Gedung Oval, kemudian Zona Tekno
D. Zona IPTEK, Zona Tekno, kemudian Gedung Oval


Bacalah laporan perjalanan berikut untuk menjawab soal nomor 11 sampai 15!
Selama liburan kenaikan kelas, saya bersama keluarga berkesempatan mengunjungi Kebun Raya Bogor pada tanggal 28 Juni 2025. Kebun Raya Bogor terletak di pusat Kota Bogor, Jawa Barat, dan merupakan salah satu kebun raya tertua dan terbesar di Asia Tenggara. Kami berangkat dari Jakarta pukul 06.30 WIB dan tiba di Bogor sekitar pukul 08.00 WIB.

Begitu memasuki gerbang Kebun Raya Bogor, kami langsung disambut oleh hamparan pohon-pohon besar yang rindang dan udara yang sejuk menyegarkan. Kebun Raya Bogor memiliki luas sekitar 87 hektare dan menyimpan koleksi lebih dari 12.000 jenis tanaman dari berbagai penjuru dunia. Kami ditemani seorang pemandu wisata yang dengan sabar menjelaskan nama dan keunikan setiap tanaman yang kami jumpai.

Kami menelusuri jalur-jalur setapak yang teduh dan asri sambil sesekali berhenti untuk mengamati tanaman-tanaman langka yang sangat menarik. Salah satu yang paling memukau adalah tanaman Rafflesia Arnoldii atau bunga bangkai yang terkenal sebagai bunga terbesar di dunia. Meski baunya cukup menyengat, bentuknya yang besar dan unik membuat kami sangat terpesona. Di bagian lain kebun, terdapat kolam yang dihiasi oleh tanaman teratai raksasa dari Amerika Selatan yang daunnya begitu besar hingga mampu menopang berat seorang anak kecil.

Setelah puas menjelajahi kebun, kami beristirahat di dekat Istana Bogor yang terletak persis di sebelah kawasan kebun raya. Dari sana, kami dapat melihat rusa-rusa jinak yang bebas berkeliaran di halaman istana, pemandangan yang sangat langka dan menakjubkan.

Perjalanan ke Kebun Raya Bogor ini memberikan pengalaman belajar yang sungguh tak ternilai. Kami semakin memahami betapa kayanya keanekaragaman hayati yang dimiliki Indonesia dan betapa pentingnya menjaga serta melestarikan kekayaan alam tersebut untuk generasi yang akan datang.

11. Lokasi Kebun Raya Bogor berdasarkan informasi dalam laporan perjalanan tersebut adalah ....
A. Di pinggiran Kota Bogor, Jawa Barat, dekat dengan perbatasan Kabupaten Cianjur
B. Di pusat Kota Bogor, Jawa Barat, dan merupakan salah satu kebun raya tertua di Asia Tenggara
C. Di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dan terletak di kaki Gunung Salak yang sejuk
D. Di Kota Depok, Jawa Barat, yang berbatasan langsung dengan wilayah DKI Jakarta


12. Luas Kebun Raya Bogor dan berapa jenis tanaman yang tersimpan di dalamnya adalah ....
A. Seluas 78 hektare dengan koleksi lebih dari 10.000 jenis tanaman dari seluruh dunia
B. Seluas 87 hektare dengan koleksi lebih dari 12.000 jenis tanaman dari berbagai penjuru dunia
C. Seluas 97 hektare dengan koleksi lebih dari 15.000 jenis tanaman dari seluruh Indonesia
D. Seluas 80 hektare dengan koleksi lebih dari 8.000 jenis tanaman langka dari Asia Tenggara


13. Hal paling mengesankan yang ditemui penulis selama menjelajahi Kebun Raya Bogor adalah ....
A. Melihat koleksi tanaman tropis yang ditata rapi di sepanjang jalur setapak kebun raya
B. Bertemu dengan rusa-rusa jinak yang berkeliaran bebas di halaman Istana Bogor
C. Menyaksikan tanaman Rafflesia Arnoldii dan tanaman teratai raksasa dari Amerika Selatan
D. Menikmati udara sejuk dan pemandangan pohon-pohon besar yang rindang di seluruh area kebun


14. Pesan atau kesan yang disampaikan penulis di bagian penutup laporan perjalanan tersebut adalah ....
A. Penulis menyarankan agar pemerintah memperluas area Kebun Raya Bogor agar lebih banyak tanaman yang bisa dikoleksi
B. Penulis merasa perjalanan sangat melelahkan karena harus berjalan jauh mengelilingi kebun yang sangat luas
C. Penulis semakin memahami kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia dan pentingnya melestarikannya untuk generasi mendatang
D. Penulis berharap harga tiket masuk Kebun Raya Bogor dapat diturunkan agar lebih terjangkau oleh masyarakat umum


15. Penulis menyebut perjalanan ke Kebun Raya Bogor sebagai pengalaman belajar yang tak ternilai. Hal ini dikarenakan ....
A. Penulis berhasil mengoleksi berbagai jenis tanaman langka untuk dibawa pulang ke rumah
B. Penulis dapat melihat Istana Bogor dari dekat dan bertemu langsung dengan pejabat negara
C. Penulis semakin memahami kekayaan keanekaragaman hayati Indonesia dan pentingnya melestarikannya untuk generasi mendatang
D. Penulis mendapatkan penjelasan lengkap tentang sejarah berdirinya Kebun Raya Bogor dari pemandu wisata


Demikian Rangkuman Materi Membuat Laporan Perjalanan: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi. Semoga dapat memudahkan teman- teman dalam belajar khususnya dalam materi Membuat Laporan Perjalanan. Kami masih akan selalu mengupdate rangkuman materi plus soal untuk belajar teman- teman. Jadi, tetap di AhzaaNet yaa belajarnya..

Semoga Bermanfaat 
Salam. 
Rangkuman Materi Legenda & Majas: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka

Rangkuman Materi Legenda & Majas: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Kurikulum Merdeka

Hai sahabat AhzaaNet, selamat datang kembali untuk belajar bersama kami. Pada kali ini, kita akan belajar bagaimana menyimpulkan amanat dalam cerita khususnya cerita legenda. Selain itu, kita juga akan belajar tentang penggunaan majas dalam kalimat serta mengidentifikasi berbagai jenis majas. Materi ini termasuk dalam salah satu topik yang dibahas pada mapel Bahasa Indonesia kelas 6 SD/MI Semester 1 (ganjil) Kurikulum Merdeka. 

Rangkuman Legenda dan Kalimat Majas Kelas 6 SD/MI
Rangkuman Legenda dan Kalimat Majas Kelas 6 SD/MI


Melalui pembahasan singkat materi plus latihan soal tentang legenda, majas dan penggunaannya, teman- teman dapat memahami materi sebagai persiapan untuk asesmen sumatif harian, tengah semester maupun akhir semester. 

Nah, tentang apa itu cerita legenda, bagaimana menetukan amanat dan penggunaan majas dalam kalimat, akan kita pelajari melalui pembahasan singkat dan latihan soal berikut ini, 

Pengertian Cerita Legenda

Legenda adalah cerita rakyat yang dianggap oleh masyarakat pendukungnya sebagai sesuatu yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Berbeda dengan mite yang berkaitan dengan dewa-dewa dan dunia gaib, legenda lebih berpijak pada tokoh manusia dengan sifat-sifat luar biasa dan sering kali dihubungkan dengan asal-usul suatu tempat, benda, atau peristiwa alam.

Legenda hidup dan berkembang dari mulut ke mulut di tengah masyarakat secara turun-temurun. Meskipun tidak dapat dibuktikan kebenarannya secara ilmiah, legenda tetap dipercaya dan dijaga sebagai bagian dari identitas budaya suatu daerah.

Ciri-Ciri Cerita Legenda

Cerita legenda memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari jenis cerita rakyat lainnya. Legenda biasanya dianggap sebagai kisah nyata oleh masyarakat setempat, meskipun mengandung unsur-unsur yang tidak masuk akal secara ilmiah. 

Latar tempat dalam legenda umumnya berkaitan dengan tempat-tempat yang nyata dan dapat dikunjungi hingga saat ini. Tokoh dalam legenda biasanya manusia biasa, meskipun kadang memiliki kemampuan atau sifat yang luar biasa. Legenda juga sering menjelaskan asal-usul suatu nama tempat, gunung, danau, atau fenomena alam tertentu.

Jenis-Jenis Legenda

  • Legenda dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis berdasarkan isinya. Adapun jenis dari legenda adalah sebagai berikut,
  • Legenda keagamaan berkaitan dengan penyebaran agama dan tokoh-tokoh suci. 
  • Legenda alam gaib berkaitan dengan kepercayaan tentang makhluk-makhluk halus atau kejadian supranatural. 
  • Legenda perseorangan menceritakan tentang tokoh-tokoh tertentu yang dianggap benar-benar pernah hidup. 
  • Legenda setempat adalah jenis yang paling banyak dikenal, yaitu legenda yang menjelaskan asal-usul nama suatu tempat seperti Tangkuban Perahu, Danau Toba, dan Banyuwangi.


Amanat dalam Cerita Legenda

Amanat adalah pesan moral yang ingin disampaikan pengarang kepada pembaca melalui cerita. Dalam cerita legenda, amanat biasanya tidak disampaikan secara langsung, melainkan tersirat melalui peristiwa-peristiwa yang dialami tokoh dan akibat dari perbuatan mereka.

Untuk menemukan amanat dalam cerita legenda, pembaca perlu memperhatikan perbuatan tokoh dan konsekuensinya, konflik yang terjadi dalam cerita, serta nilai-nilai yang dijunjung atau dilanggar oleh tokoh. Amanat yang sering ditemukan dalam legenda antara lain tentang pentingnya berbakti kepada orang tua, larangan bersikap sombong dan serakah, pentingnya menepati janji, serta keharusan bersikap jujur dan amanah.

Majas dalam Cerita Legenda

Cerita legenda kaya akan penggunaan majas atau gaya bahasa yang membuat cerita menjadi lebih hidup, indah, dan berkesan. Berikut empat majas yang sering ditemukan dalam cerita legenda.

  1. Majas Asosiasi adalah majas perbandingan yang membandingkan dua hal berbeda menggunakan kata penghubung seperti, bagaikan, laksana, atau bak. Contoh: "Wajah sang putri bercahaya bagaikan rembulan di malam hari."
  2. Majas Hiperbola adalah majas yang melebih-lebihkan sesuatu jauh melampaui kenyataan yang sebenarnya, bertujuan untuk memberikan penekanan atau kesan yang kuat. Contoh: "Tangisnya membelah langit dan mengguncang seluruh isi hutan."
  3. Majas Metafora adalah majas perbandingan langsung yang menyamakan suatu hal dengan hal lain tanpa menggunakan kata penghubung. Contoh: "Raja itu adalah singa di medan perang yang tak pernah kenal takut."
  4. Majas Personifikasi adalah majas yang memberikan sifat-sifat manusia kepada benda mati atau makhluk tak bernyawa seolah-olah benda tersebut dapat berpikir, bergerak, atau merasakan seperti manusia. Contoh: "Angin berbisik lembut membawa pesan duka dari puncak gunung itu."


Contoh Penggalan Teks Legenda

Teks 1 — Penggalan Legenda Danau Toba

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang pemuda bernama Toba di sebuah lembah yang subur di tanah Batak. Ia hidup sebatang kara dan setiap hari pergi ke sungai untuk mencari ikan. Suatu hari, Toba menemukan seekor ikan mas yang sangat besar dan indah bersisik emas berkilauan bagaikan kepingan matahari yang jatuh ke dasar sungai. Ketika hendak dimasak, ikan itu berubah menjadi seorang perempuan cantik yang wajahnya bercahaya laksana bulan purnama di musim kemarau.

Toba pun memperistrinya dengan satu syarat: ia tidak boleh pernah menyebut asal-usul istrinya sebagai ikan kepada siapa pun. Mereka hidup bahagia dan dikaruniai seorang putra bernama Samosir. Namun Samosir tumbuh menjadi anak yang malas dan suka meminta-minta. Suatu hari, dalam kemarahan yang memuncak, Toba melupakan janjinya dan berteriak, "Dasar anak ikan!" Seketika langit menggelap, petir menggelegar membelah bumi, dan air mata istrinya mengalir deras tiada henti hingga membanjiri seluruh lembah. Lembah itu pun menjadi danau yang kini dikenal sebagai Danau Toba.


Teks 2 — Penggalan Legenda Cindelaras

Di Kerajaan Jenggala, hiduplah seorang raja bernama Raden Putra yang memiliki dua orang istri: permaisuri yang baik hati dan selir yang licik bagai ular berbisa. Sang selir sangat iri kepada permaisuri yang lebih dicintai raja. Dengan tipu muslihat, selir itu berhasil memfitnah permaisuri hingga raja memerintahkan pengawal untuk membuang permaisuri ke dalam hutan.

Di hutan belantara itu, permaisuri melahirkan seorang putra yang diberi nama Cindelaras. Cindelaras tumbuh menjadi pemuda yang gagah berani dan berbudi luhur. Ia bersahabat erat dengan seluruh hewan di hutan, dan burung-burung bernyanyi riang menyambutnya setiap pagi seolah-olah mereka adalah teman lama yang merindukan kedatangannya. Cindelaras juga memiliki seekor ayam jantan yang sangat sakti. Ketika berkokok, suaranya menggelegar bagaikan guntur yang mengguncang tujuh penjuru langit. Dengan keberanian dan kejujurannya, Cindelaras akhirnya berhasil membongkar fitnah sang selir dan memulihkan nama baik ibundanya di hadapan sang raja.

Soal Latihan Pilihan Ganda

Bacalah penggalan teks legenda berikut untuk menjawab soal nomor 1 sampai 5!
Pada zaman dahulu di pesisir selatan tanah Jawa, hiduplah seorang nelayan tua bernama Mbah Suryo yang terkenal dengan kejujuran dan ketulusannya. Setiap hari, ia melaut dengan perahu kecilnya meski ombak berdebam keras bagai dentuman bedug raksasa yang tak pernah berhenti. Suatu malam, di tengah laut yang gelap gulita, Mbah Suryo menolong seekor penyu besar yang terjerat jaring nelayan lain. Ia melepaskan penyu itu dengan penuh kasih tanpa mengharapkan imbalan sedikit pun.
Beberapa hari kemudian, penyu itu kembali dan membawa Mbah Suryo ke sebuah pulau tersembunyi yang indah luar biasa. Di sana, seorang perempuan tua bijaksana menyambutnya dan berkata bahwa pulau itu adalah hadiah atas ketulusannya. Namun Mbah Suryo menolak. Ia berkata bahwa ia hanya ingin laut yang tenang agar ia dan para nelayan lain bisa mencari ikan dengan selamat. Perempuan tua itu tersenyum dan mengabulkan permintaannya. Sejak saat itu, pantai di sekitar tempat tinggal Mbah Suryo selalu tenang meskipun laut di tempat lain sedang bergelora. Warga pun menamai pantai itu Pantai Suryo, sebagai penghormatan kepada lelaki tua yang hatinya seluas samudra itu.

1. Informasi yang tepat berdasarkan cerita legenda di atas adalah ....
A. Mbah Suryo adalah seorang nelayan muda yang kaya raya dan terkenal di seluruh Jawa
B. Mbah Suryo menolong seekor penyu yang terjerat jaring dan menolak hadiah berupa pulau
C. Penyu membawa Mbah Suryo ke sebuah kota besar yang penuh dengan harta karun
D. Perempuan tua di pulau itu memberikan Mbah Suryo sebuah perahu baru yang besar


2. Pernyataan yang tepat sesuai dengan cerita legenda di atas adalah ....
A. Mbah Suryo menerima pulau tersembunyi sebagai hadiah atas ketulusannya menolong penyu
B. Pantai Suryo dinamai demikian karena Mbah Suryo adalah raja pertama di pesisir selatan
C. Mbah Suryo meminta agar laut di sekitar tempat tinggalnya selalu tenang demi keselamatan para nelayan
D. Perempuan tua bijaksana itu adalah penguasa seluruh lautan di tanah Jawa


3. Amanat yang paling tepat dari cerita legenda di atas adalah ....
A. Jadilah nelayan yang rajin melaut agar mendapatkan hasil tangkapan yang banyak setiap harinya
B. Ketulusan dalam berbuat baik tanpa mengharapkan imbalan akan mendatangkan kebaikan yang nyata bagi orang banyak
C. Carilah harta sebanyak-banyaknya selagi masih muda agar hidup menjadi lebih sejahtera
D. Jangan pernah menolong orang atau hewan lain jika tidak ada imbalan yang diberikan


4. Kalimat yang mengandung majas asosiasi dalam penggalan cerita legenda di atas adalah ....
A. "Ia melepaskan penyu itu dengan penuh kasih tanpa mengharapkan imbalan sedikit pun"
B. "Di sana, seorang perempuan tua bijaksana menyambutnya"
C. "Ombak berdebam keras bagai dentuman bedug raksasa yang tak pernah berhenti"
D. "Sejak saat itu, pantai di sekitar tempat tinggal Mbah Suryo selalu tenang"


5. Dalam kalimat "lelaki tua yang hatinya seluas samudra itu", kata yang mengandung majas adalah ....
A. Lelaki tua
B. Hatinya seluas samudra
C. Samudra itu
D. Lelaki yang tua


Bacalah penggalan teks legenda berikut untuk menjawab soal nomor 6 sampai 9!
Di sebuah kerajaan yang makmur, hiduplah seorang raja bernama Prabu Anggara yang terkenal adil dan bijaksana. Ia memiliki seorang putri cantik bernama Seruni yang berwatak keras kepala dan sombong. Seruni selalu menolak setiap pemuda yang datang melamar karena merasa tidak ada yang cukup sempurna untuknya.
Suatu hari, seorang pemuda miskin bernama Galuh datang ke istana membawa sekuntum bunga teratai biru yang langka. Ia berkata bahwa bunga itu hanya mekar bagi seseorang yang tulus hatinya. Seruni meremehkan Galuh dan mengusirnya dengan kata-kata kasar. Namun bunga teratai biru itu tiba-tiba layu dan rontok di hadapan semua orang yang menyaksikan. Prabu Anggara yang melihat kejadian itu menjadi murka. Ia berkata bahwa kesombongan Seruni telah mempermalukan seluruh kerajaan.
Galuh ternyata adalah seorang pangeran dari negeri seberang yang menyamar untuk mencari istri yang rendah hati. Karena kesombongannya, Seruni tidak mendapatkan jodoh yang baik. Ia pun akhirnya menyadari kesalahannya dan memohon maaf kepada ayahandanya. Prabu Anggara berpesan bahwa kecantikan wajah tanpa keindahan hati hanyalah seperti bunga tanpa wangi, indah dipandang namun tak bermakna.

6. Tokoh-tokoh yang terdapat dalam cerita legenda di atas adalah ....
A. Prabu Anggara, Seruni, dan Galuh
B. Prabu Anggara, Seruni, dan Raden Wijaya
C. Seruni, Galuh, dan Putri Melati
D. Raja Anggara, Putri Seruni, dan Pangeran Arjuna


7. Bagaimana watak tokoh Seruni dalam cerita di atas?
A. Rendah hati, penyabar, dan mudah menerima kekurangan orang lain
B. Keras kepala, sombong, dan suka meremehkan orang lain
C. Pemalu, pendiam, dan tidak suka bergaul dengan orang banyak
D. Periang, baik hati, dan selalu menolong orang yang membutuhkan


8. Informasi yang tepat berdasarkan cerita di atas adalah ....
A. Galuh adalah seorang petani miskin yang tidak memiliki asal-usul yang jelas
B. Bunga teratai biru yang dibawa Galuh akan mekar bagi siapa saja yang menerimanya
C. Galuh ternyata adalah pangeran dari negeri seberang yang menyamar untuk mencari istri yang rendah hati
D. Prabu Anggara mendukung sikap Seruni yang menolak semua lamaran para pemuda


9. Amanat yang paling tepat dari cerita legenda di atas adalah ....
A. Pilihlah pasangan hidup yang berasal dari keluarga kaya dan terpandang agar hidup bahagia
B. Kesombongan dan sikap meremehkan orang lain akan membawa kerugian bagi diri sendiri
C. Jadilah raja yang adil agar seluruh rakyat tunduk dan patuh kepadamu selamanya
D. Kecantikan wajah adalah hal paling utama yang harus dijaga oleh setiap perempuan


10. Perhatikan kalimat-kalimat berikut ini!
(1) Suaranya merdu bagaikan kicauan burung di pagi hari yang cerah
(2) Tangisan sang ibu mengguncang langit dan membelah bumi menjadi dua
(3) Angin berbisik lembut menyampaikan pesan dari sang raja hutan
(4) Pangeran itu adalah singa pemberani yang tak kenal kata menyerah
Kalimat yang mengandung majas hiperbola adalah ....
A. Kalimat (1)
B. Kalimat (2)
C. Kalimat (3)
D. Kalimat (4)


11. Perhatikan kalimat-kalimat berikut ini!
(1) Rambutnya hitam legam bagai sayap gagak di malam pekat
(2) Matanya berbinar-binar melihat harta karun di dalam gua
(3) Pohon-pohon tua itu menari-nari kegirangan diterpa angin malam
(4) Pemuda itu adalah cahaya harapan satu-satunya bagi kerajaannya
Kalimat yang mengandung majas personifikasi adalah ....
A. Kalimat (1)
B. Kalimat (2)
C. Kalimat (3)
D. Kalimat (4)


12. Perhatikan kalimat-kalimat berikut ini!
(1) Laksana elang yang gagah, sang pangeran melayang dari puncak bukit
(2) Air matanya mengalir deras bagai sungai yang tak pernah kering
(3) Ia menangis sejadi-jadinya hingga air matanya mampu memenuhi satu lembah
(4) Senyumnya adalah matahari yang menghangatkan seluruh isi kerajaan
Kalimat yang mengandung majas metafora adalah ....
A. Kalimat (1)
B. Kalimat (2)
C. Kalimat (3)
D. Kalimat (4)


13. Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut tentang cerita legenda!
(1) Legenda dianggap sebagai kisah nyata oleh masyarakat pendukungnya
(2) Tokoh dalam legenda selalu berupa dewa-dewa dari kahyangan
(3) Legenda sering menjelaskan asal-usul suatu nama tempat atau fenomena alam
(4) Latar tempat dalam legenda tidak berkaitan dengan tempat nyata mana pun
Pernyataan yang benar tentang ciri-ciri cerita legenda adalah ....
A. (1) dan (2)
B. (2) dan (4)
C. (1) dan (3)
D. (3) dan (4)


14. Bacalah kalimat berikut!
"Kemarahan sang ratu membakar seluruh hutan hingga abu-abunya menutupi langit selama tujuh hari tujuh malam."
Majas yang digunakan dalam kalimat di atas adalah ....
A. Majas asosiasi, karena membandingkan kemarahan dengan api menggunakan kata penghubung
B. Majas personifikasi, karena kemarahan digambarkan seperti manusia yang dapat bergerak
C. Majas hiperbola, karena melebih-lebihkan akibat kemarahan sang ratu secara berlebihan
D. Majas metafora, karena menyamakan kemarahan dengan peristiwa kebakaran hutan


15. Perhatikan penggalan cerita legenda berikut!
"Meski hidup dalam kemiskinan, Jaka Tarub tidak pernah mengeluh. Ia bekerja keras membajak sawah dari fajar hingga matahari tenggelam di balik bukit barat. Langkahnya ringan laksana angin yang tak pernah lelah bertiup, dan semangatnya membara bagai api unggun yang tak pernah padam meski diguyur hujan deras sekalipun."

Majas yang terdapat dalam penggalan cerita legenda di atas adalah ....
A. Hanya majas hiperbola, karena terdapat pernyataan yang berlebihan tentang kerja keras Jaka Tarub
B. Hanya majas personifikasi, karena langkah Jaka Tarub digambarkan seperti angin yang bertiup
C. Majas asosiasi dan majas hiperbola, karena terdapat perbandingan menggunakan kata laksana dan bagai, serta penggambaran semangat yang berlebihan
D. Majas metafora dan majas personifikasi, karena terdapat perbandingan langsung dan benda mati yang diberi sifat manusia


Nah, itulah rangkuman materi mengenai cerita legenda, cara menentukan amanat, serta penggunaan berbagai jenis majas beserta latihan soalnya. Semoga pembahasan kali ini bisa membantu teman-teman kelas 6 SD/MI dalam mempersiapkan diri menghadapi asesmen harian maupun ujian semester dengan lebih percaya diri, ya!

Jika artikel ini bermanfaat, jangan ragu untuk membagikannya kepada teman-teman yang lain. Tetap semangat belajar bersama AhzaaNet dan sampai jumpa di pembahasan materi seru berikutnya!

Rangkuman Materi Wawancara Plus Latihan Soal: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka

Rangkuman Materi Wawancara Plus Latihan Soal: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka

Hai sahabat AhzaaNet, kembali lagi yaa belajar bersama kami. Pada kesempatan ini, yuk kita belajar tentang materi wawancara sebagai salah satu topik yang dibahas pada mapel Bahasa Indonesia kelas 6 SD/MI semester 1 (ganjil) Kurikulum Merdeka. 

Rangkuman Materi Wawancara Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI
Rangkuman Materi Wawancara Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI


Wawancara merupakan suatu kegiatan tanya jawab antara dua orang atau lebih dengan tujuan mencari informasi tertentu. Orang yang mewawancarai disebut sebagai pewawancara dan orang yang diwawancarai dikenal sebagai narasumber. Melalui bahasa yang santun dan pertanyaan sesuai dengan topiknya, wawancara dapat berjalan dengan baik dan mendapatkan informasi yang berguna. 

Nah, lebih lanjut tentang wawancara akan kita bahas melalui penjelasan berikut ini tentang wawancara ya teman- teman...

Pengertian Wawancara

  1. Wawancara adalah kegiatan tanya jawab yang dilakukan secara langsung antara pewawancara dan narasumber untuk mendapatkan informasi, data, atau keterangan mengenai suatu hal tertentu. Wawancara merupakan salah satu cara paling efektif untuk menggali informasi secara mendalam karena pewawancara dapat langsung bertanya dan narasumber langsung memberikan jawaban.
  2. Dalam kegiatan wawancara, terdapat tiga unsur utama yang harus ada. Pertama adalah pewawancara, yaitu orang yang mengajukan pertanyaan. Kedua adalah narasumber, yaitu orang yang memberikan jawaban atau keterangan. Ketiga adalah topik atau pokok permasalahan yang menjadi bahan pembicaraan dalam wawancara tersebut.

Tujuan Wawancara

Wawancara dilakukan dengan berbagai tujuan. Adapun tujuan wawancara adalah sebagai berikut, 
  • untuk mendapatkan informasi atau data langsung dari sumbernya secara akurat. 
  • untuk menggali pendapat, pengalaman, atau pandangan seseorang mengenai suatu peristiwa atau topik tertentu. 
  • untuk melengkapi data yang telah diperoleh sebelumnya melalui cara lain seperti pengamatan atau studi pustaka. 
  • untuk keperluan jurnalistik, penelitian, atau tugas sekolah yang membutuhkan informasi dari pihak yang berkompeten.

Jenis-Jenis Wawancara

Berdasarkan sifatnya, wawancara dibedakan menjadi dua jenis yaitu wawancara terstruktur dan wawancara tidak terstruktur. 
  • Wawancara terstruktur adalah wawancara yang pertanyaannya telah disiapkan secara sistematis oleh pewawancara sebelum kegiatan berlangsung. 
  • Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bersifat lebih bebas dan spontan, di mana pertanyaan berkembang mengikuti alur jawaban narasumber.

Sementara itu, berdasarkan jumlah narasumber, wawancara dibedakan menjadi wawancara perorangan yang melibatkan satu narasumber, dan wawancara kelompok yang melibatkan beberapa narasumber sekaligus dalam satu sesi.

Langkah-Langkah Melakukan Wawancara

Agar wawancara berjalan lancar dan menghasilkan informasi yang berkualitas, ada beberapa langkah yang perlu diperhatikan yaitu:
  • Langkah pertama adalah persiapan. Pewawancara menentukan topik dan tujuan wawancara, memilih narasumber yang tepat dan berkompeten, lalu menyusun daftar pertanyaan yang akan diajukan. 
  • Langkah kedua adalah pelaksanaan. Pewawancara memperkenalkan diri, menyampaikan tujuan wawancara, mengajukan pertanyaan secara runtut, mendengarkan jawaban dengan saksama, dan mencatat atau merekam informasi yang diperoleh. 
  • Langkah ketiga adalah penutupan. Pewawancara mengucapkan terima kasih atas kesediaan narasumber dan meminta izin jika informasi yang diperoleh akan dipublikasikan.

Etika dalam Wawancara

Wawancara yang baik harus dilakukan dengan menjunjung tinggi etika. Pewawancara wajib membuat janji terlebih dahulu sebelum menemui narasumber dan datang tepat waktu. Pertanyaan disampaikan dengan bahasa yang sopan, jelas, dan tidak menyudutkan narasumber. Pewawancara juga harus mendengarkan jawaban narasumber dengan penuh perhatian dan tidak menyela di tengah-tengah penjelasan. Selain itu, pewawancara tidak boleh memutarbalikkan atau mengubah pernyataan narasumber saat menuliskan hasil wawancara.

Ciri-Ciri Pertanyaan Wawancara yang Baik

Pertanyaan wawancara yang baik memiliki beberapa ciri. Pertanyaan bersifat jelas dan mudah dipahami oleh narasumber. Pertanyaan bersifat terbuka sehingga mendorong narasumber memberikan jawaban yang lengkap dan informatif. Pertanyaan berkaitan langsung dengan topik yang sedang dibahas dan tidak melenceng ke hal-hal yang tidak relevan. Pertanyaan juga tidak bersifat memojokkan atau membuat narasumber tidak nyaman.

Contoh Teks Wawancara

Berikut ini dua contoh bentuk wawancara antara pewawancara dengan narasumber. 
Contoh Wawancara 1
  • Pewawancara: Selamat pagi, Pak Budi. Perkenalkan, saya Lina, siswa kelas VI SDN Merdeka. Saya ingin mewawancarai Bapak mengenai profesi dokter. Apakah Bapak bersedia?
  • Narasumber: Selamat pagi, Lina. Tentu, dengan senang hati saya bersedia.
  • Pewawancara: Terima kasih, Pak. Mengapa Bapak memilih profesi sebagai dokter?
  • Narasumber: Sejak kecil saya selalu ingin membantu orang yang sakit. Saya melihat betapa berharganya peran dokter bagi masyarakat, terutama di daerah-daerah yang kekurangan tenaga medis. Dari situlah keinginan saya menjadi dokter terus tumbuh dan akhirnya terwujud.
  • Pewawancara: Apa tantangan terbesar yang Bapak hadapi dalam menjalankan profesi ini?
  • Narasumber: Tantangan terbesarnya adalah menjaga stamina dan mental agar tetap prima, karena dokter harus siap melayani pasien kapan saja, termasuk di malam hari atau di hari libur. Selain itu, kami juga harus terus belajar mengikuti perkembangan ilmu kedokteran yang terus berkembang.
  • Pewawancara: Pesan apa yang ingin Bapak sampaikan kepada anak-anak yang bercita-cita menjadi dokter?
  • Narasumber: Raihlah cita-cita itu dengan sungguh-sungguh. Belajarlah dengan tekun sejak sekarang, karena menjadi dokter membutuhkan ilmu yang luas dan dedikasi yang tinggi. Yang terpenting, jadilah dokter yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki hati yang tulus untuk melayani sesama.
  • Pewawancara: Terima kasih banyak atas waktu dan informasi yang Bapak berikan. Semoga Bapak selalu sehat dan sukses.
  • Narasumber: Sama-sama, Lina. Semoga bermanfaat.

Contoh Wawancara 2
  • Pewawancara: Selamat sore, Bu Dewi. Saya Ardi dari majalah sekolah. Boleh saya mewawancarai Ibu tentang program daur ulang sampah yang Ibu jalankan di lingkungan RT kita?
  • Narasumber: Boleh, silakan Ardi. Saya senang ada yang tertarik meliput kegiatan ini.
  • Pewawancara: Sejak kapan program daur ulang sampah ini dimulai, Bu?
  • Narasumber: Program ini kami mulai sekitar dua tahun yang lalu, tepatnya setelah banjir besar yang melanda kampung kita. Kejadian itu membuat warga sadar bahwa sampah yang dibuang sembarangan adalah salah satu penyebab utama banjir.
  • Pewawancara: Bagaimana respons warga terhadap program ini, Bu?
  • Narasumber: Awalnya banyak yang kurang antusias karena dianggap merepotkan. Namun setelah kami adakan sosialisasi dan menunjukkan manfaat nyatanya, seperti lingkungan yang lebih bersih dan penghasilan tambahan dari penjualan barang daur ulang, warga mulai ikut berpartisipasi dengan semangat.
  • Pewawancara: Apa harapan Ibu ke depannya untuk program ini?
  • Narasumber: Saya berharap program ini bisa terus berkembang dan menjadi contoh bagi RT-RT lain di sekitar kita. Yang terpenting, saya ingin agar kesadaran menjaga lingkungan ini tertanam kuat di hati setiap warga, terutama generasi muda.
  • Pewawancara: Terima kasih banyak atas informasinya, Bu Dewi. Semoga program ini semakin maju.
  • Narasumber: Terima kasih kembali, Ardi.

Baik, untuk lebih memahami tentang wawancara, kalian dapat berlatih soal berikut ini, 

Latihan Soal Wawancara Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi


1. Apakah yang dimaksud dengan wawancara?
A. Kegiatan membaca teks secara bersama-sama untuk mendapatkan informasi
B. Kegiatan tanya jawab antara pewawancara dan narasumber untuk mendapatkan informasi atau keterangan tertentu
C. Kegiatan menulis laporan berdasarkan pengamatan di lapangan
D. Kegiatan berdiskusi kelompok untuk memecahkan suatu masalah bersama


2. Berikut ini yang merupakan unsur utama dalam kegiatan wawancara adalah ....
A. Moderator, peserta, dan notulen
B. Pembicara, pendengar, dan juri
C. Pewawancara, narasumber, dan topik wawancara
D. Penulis, pembaca, dan editor


3. Manakah yang merupakan tujuan utama dari kegiatan wawancara?
A. Menghibur narasumber dengan pertanyaan-pertanyaan yang lucu dan ringan
B. Mendapatkan informasi atau data secara langsung dari narasumber yang berkompeten
C. Menguji kemampuan narasumber dalam menjawab pertanyaan sulit
D. Membandingkan pendapat narasumber satu dengan narasumber lainnya di depan umum


4. Sebelum melakukan wawancara, hal pertama yang harus dipersiapkan oleh pewawancara adalah ....
A. Menyiapkan hadiah untuk diberikan kepada narasumber setelah wawancara selesai
B. Menentukan lokasi wawancara yang paling nyaman dan indah
C. Menentukan topik, memilih narasumber yang tepat, dan menyusun daftar pertanyaan
D. Mencari rekaman wawancara orang lain sebagai bahan referensi


5. Manakah contoh pertanyaan wawancara yang paling baik dan tepat?
A. "Apakah Bapak suka makan nasi goreng di pagi hari?"
B. "Sudahkah Ibu memberikan izin untuk wawancara ini?"
C. "Bagaimana pengalaman Ibu dalam mengembangkan program daur ulang sampah di lingkungan ini?"
D. "Berapa umur Bapak sekarang?"


6. Manakah sikap yang mencerminkan etika pewawancara yang baik?
A. Menyela jawaban narasumber jika dianggap terlalu panjang dan tidak menarik
B. Mengubah pernyataan narasumber agar terdengar lebih menarik saat ditulis
C. Mendengarkan jawaban narasumber dengan penuh perhatian dan tidak menyela
D. Mengajukan pertanyaan yang sama berulang kali agar narasumber tidak bingung


Bacalah teks wawancara berikut untuk menjawab soal nomor 7 sampai 10!
Pewawancara: Selamat pagi, Bu Sari. Saya Reno dari kelas VI. Boleh saya bertanya tentang kegiatan berkebun yang Ibu lakukan di rumah?
Narasumber: Tentu, silakan Reno.
Pewawancara: Sejak kapan Ibu mulai hobi berkebun?
Narasumber: Saya mulai berkebun sejak pandemi dua tahun lalu. Waktu itu saya punya banyak waktu di rumah dan ingin melakukan kegiatan yang bermanfaat.
Pewawancara: Tanaman apa saja yang Ibu tanam di rumah?
Narasumber: Saya menanam berbagai sayuran seperti bayam, kangkung, dan cabai. Selain itu, saya juga menanam beberapa jenis tanaman obat seperti jahe, kunyit, dan lidah buaya.
Pewawancara: Apa manfaat yang Ibu rasakan dari kegiatan berkebun ini?
Narasumber: Manfaatnya sangat banyak. Selain bisa memenuhi sebagian kebutuhan sayuran keluarga, berkebun juga membuat saya lebih rileks dan bahagia. Merawat tanaman itu seperti meditasi bagi saya.
Pewawancara: Apakah Ibu punya saran bagi teman-teman yang ingin mulai berkebun di rumah?
Narasumber: Mulailah dari tanaman yang mudah dirawat, seperti kangkung atau bayam. Jangan takut gagal karena berkebun membutuhkan proses belajar. Yang terpenting adalah konsisten merawat tanaman setiap hari.
Pewawancara: Terima kasih atas informasinya, Bu Sari.
Narasumber: Sama-sama, semoga bermanfaat.

7. Siapakah yang menjadi narasumber dalam teks wawancara di atas?
A. Reno, siswa kelas VI yang gemar berkebun
B. Bu Sari, seorang ibu yang memiliki hobi berkebun di rumah
C. Guru kelas VI yang memberikan tugas wawancara
D. Seorang petani profesional yang berpengalaman di bidang pertanian


8. Apa topik utama yang dibahas dalam wawancara tersebut?
A. Cara memasak sayuran hasil kebun yang lezat dan bergizi
B. Manfaat tanaman obat bagi kesehatan keluarga di rumah
C. Kegiatan berkebun di rumah yang dilakukan oleh Bu Sari
D. Program berkebun yang diadakan oleh sekolah selama pandemi


9. Berdasarkan teks wawancara, mengapa Bu Sari mulai hobi berkebun?
A. Karena Bu Sari mendapat tugas dari sekolah untuk menanam sayuran
B. Karena ada pandemi dan Bu Sari memiliki banyak waktu di rumah untuk kegiatan bermanfaat
C. Karena Bu Sari ingin membuka usaha jual sayuran dari rumahnya sendiri
D. Karena Bu Sari mendapat hadiah bibit tanaman dari tetangganya


10. Saran apa yang diberikan Bu Sari kepada mereka yang ingin mulai berkebun?
A. Langsung menanam tanaman langka agar hasilnya lebih bernilai tinggi
B. Membeli peralatan berkebun yang lengkap dan mahal terlebih dahulu
C. Mulailah dari tanaman mudah dirawat, tidak takut gagal, dan konsisten merawat tanaman setiap hari
D. Mengikuti kursus berkebun profesional sebelum memulai berkebun di rumah


Bacalah teks wawancara berikut untuk menjawab soal nomor 11 sampai 15.
Pewawancara: Selamat siang, Pak Hamdan. Saya Nadia, siswa kelas VI SDN Bintang Timur. Saya ingin mewawancarai Bapak mengenai pengalaman Bapak sebagai penjaga museum. Apakah Bapak bersedia?
Narasumber: Selamat siang, Nadia. Silakan, saya siap menjawab pertanyaanmu.
Pewawancara: Sudah berapa lama Bapak bekerja sebagai penjaga museum ini?
Narasumber: Saya sudah bekerja di sini selama dua puluh tiga tahun. Sejak museum ini pertama kali dibuka untuk umum, saya sudah ada di sini.
Pewawancara: Apa tugas utama Bapak sebagai penjaga museum?
Narasumber: Tugas saya cukup beragam. Saya menjaga keamanan dan ketertiban museum, memastikan koleksi benda-benda bersejarah terawat dengan baik, serta membantu pengunjung yang membutuhkan informasi tentang koleksi yang ada.
Pewawancara: Pengalaman paling berkesan apa yang pernah Bapak alami selama bekerja di museum ini?
Narasumber: Yang paling berkesan adalah ketika rombongan pelajar dari luar negeri datang berkunjung dan sangat antusias mempelajari koleksi kami. Mereka sangat kagum dengan kekayaan sejarah dan budaya Indonesia. Saat itu saya merasa sangat bangga menjadi bagian dari lembaga yang menjaga warisan bangsa ini.
Pewawancara: Menurut Bapak, mengapa penting bagi pelajar untuk mengunjungi museum?
Narasumber: Sangat penting. Museum adalah tempat belajar sejarah secara langsung. Di sini, pelajar bisa melihat, merasakan, dan memahami perjalanan bangsa ini dengan cara yang jauh lebih nyata dibandingkan hanya membaca buku teks. Kecintaan terhadap sejarah dan budaya harus ditanamkan sejak dini.
Pewawancara: Terima kasih banyak atas waktu dan penjelasan Bapak yang sangat berharga ini.
Narasumber: Sama-sama, Nadia. Semoga kamu dan teman-temanmu semakin mencintai sejarah bangsa kita.

11. Siapakah pewawancara dalam teks wawancara di atas?
A. Pak Hamdan, penjaga museum yang berpengalaman
B. Nadia, siswa kelas VI SDN Bintang Timur
C. Kepala museum tempat Pak Hamdan bekerja
D. Seorang wartawan dari majalah pendidikan nasional


12. Berdasarkan teks wawancara, sudah berapa lama Pak Hamdan bekerja sebagai penjaga museum?
A. Sepuluh tahun sejak museum itu direnovasi besar-besaran
B. Lima belas tahun sejak ia lulus dari sekolah kejuruan
C. Dua puluh tiga tahun sejak museum pertama kali dibuka untuk umum
D. Tiga puluh tahun sejak ia dipindahtugaskan dari instansi lain


13. Apa tugas utama Pak Hamdan sebagai penjaga museum berdasarkan informasi dalam teks?
A. Memandu seluruh rombongan wisatawan asing yang datang berkunjung
B. Merancang dan menata ulang koleksi benda bersejarah di museum
C. Menjaga keamanan, memastikan koleksi terawat, dan membantu pengunjung yang membutuhkan informasi
D. Membuat laporan keuangan museum dan mengatur jadwal kunjungan sekolah


14. Mengapa Pak Hamdan merasa sangat bangga ketika rombongan pelajar luar negeri berkunjung ke museum?
A. Karena rombongan tersebut memberikan hadiah yang sangat berharga untuk museum
B. Karena mereka sangat antusias dan kagum dengan kekayaan sejarah dan budaya Indonesia
C. Karena kunjungan tersebut diliput oleh banyak media massa nasional dan internasional
D. Karena pelajar luar negeri itu menyatakan ingin belajar bahasa Indonesia di sekolah mereka


15. Berdasarkan teks wawancara, alasan Pak Hamdan menganggap kunjungan ke museum penting bagi pelajar adalah ....
A. Museum menyediakan fasilitas bermain yang edukatif dan menyenangkan bagi anak-anak
B. Museum adalah tempat yang lebih murah dibandingkan tempat wisata lainnya
C. Museum adalah tempat belajar sejarah secara langsung yang jauh lebih nyata dibandingkan hanya membaca buku teks
D. Museum memberikan sertifikat kunjungan yang berguna untuk nilai pelajaran sejarah di sekolah

Demikian Rangkuman Materi Wawancara Plus Latihan Soal: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka. Kita akan belajar lagi dengan materi- materi menarik kelas 6 lainnya, hanya di AhzaaNet. 

Jangan lupa untuk share atau bagikan artikel ini apabila bermanfaat buat teman-teman semuanya. Salam.

Ringkasan Materi Diskusi dan Curah Pendapat: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi

Ringkasan Materi Diskusi dan Curah Pendapat: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi

Hai sahabat AhzaaNet, kembali lagi yaa belajar bersama kami. Pada post kali ini, kita akan belajar tentang materi diskusi dan curah pendapat. Materi ini merupakan bagian dari materi Bahasa Indonesia kelas 6 SD/MI semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka. 

Ringkasan Materi Diskusi dan Curah Pendapat: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI
Ringkasan Materi Diskusi dan Curah Pendapat: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI 


Dalam materi diskusi, akan dibahas tentang pengertian diskusi, tujuan adanya diskusi dan curah pendapat. Nah, selengkapnya tentang materi diskusi dapat teman- teman baca dan pahami pada materi berikut ini, 

Pengertian Diskusi

Diskusi adalah kegiatan bertukar pikiran, pendapat, atau gagasan antara dua orang atau lebih secara terarah untuk membahas suatu topik tertentu guna mencapai kesepahaman atau solusi bersama. Diskusi bukan sekadar percakapan biasa — diskusi memiliki struktur, aturan, dan tujuan yang jelas.

Dalam kegiatan diskusi, terdapat beberapa unsur penting yang harus ada, yaitu moderator sebagai pemimpin diskusi, peserta diskusi yang menyampaikan pendapat, topik atau masalah yang dibahas, serta simpulan sebagai hasil akhir diskusi.

Pengertian Curah Pendapat

Curah pendapat atau brainstorming adalah kegiatan mengemukakan sebanyak mungkin gagasan, ide, atau pendapat secara bebas dan spontan terkait suatu topik tanpa menghakimi atau menolak ide yang muncul. Tujuannya adalah mengumpulkan sebanyak mungkin sudut pandang sebelum diskusi utama dimulai.

Dalam curah pendapat, semua ide dianggap berharga. Tidak ada ide yang salah pada tahap ini. Setelah semua ide terkumpul, barulah peserta bersama-sama memilah dan mengevaluasi mana yang paling relevan dan tepat untuk dibahas lebih lanjut.

Tujuan Diskusi

Diskusi memiliki beberapa tujuan utama, di antaranya:

  1. menemukan solusi atau jalan keluar dari suatu masalah yang dihadapi bersama. 
  2. memperluas wawasan dan pemahaman peserta tentang suatu topik melalui berbagai sudut pandang yang berbeda. 
  3. melatih kemampuan berpikir kritis, mengemukakan pendapat secara santun, dan mendengarkan pendapat orang lain dengan terbuka. Keempat, mengambil keputusan bersama secara demokratis berdasarkan pertimbangan yang matang dari seluruh peserta.


Etika dalam Diskusi

Agar diskusi berjalan lancar dan produktif, setiap peserta perlu memegang teguh etika berdiskusi. Peserta harus mendengarkan dengan saksama ketika orang lain sedang berbicara dan tidak menyela pembicaraan. Pendapat disampaikan dengan bahasa yang sopan, jelas, dan disertai alasan yang logis. Peserta juga tidak boleh memaksakan pendapatnya sendiri dan harus terbuka terhadap pendapat orang lain yang berbeda. Kritik disampaikan secara konstruktif, bukan menyerang pribadi seseorang.


Cara Membuat Pertanyaan Diskusi yang Baik

Pertanyaan diskusi yang baik adalah pertanyaan yang bersifat terbuka, artinya tidak bisa dijawab hanya dengan "ya" atau "tidak". Pertanyaan tersebut harus mendorong peserta untuk berpikir, menganalisis, dan mengungkapkan pendapat mereka secara mendalam.

Pertanyaan diskusi yang baik biasanya dimulai dengan kata tanya seperti mengapa, bagaimana, apa pendapatmu tentang, setujukah kamu jika, dan apa yang sebaiknya dilakukan. Hindari pertanyaan yang jawabannya sudah pasti atau bersifat faktual semata.


Contoh Teks dan Pertanyaan Diskusi

Contoh Teks 1:

Penggunaan gawai di kalangan pelajar semakin meningkat dari tahun ke tahun. Di satu sisi, gawai memudahkan siswa mengakses informasi dan bahan belajar dengan cepat. Namun di sisi lain, banyak siswa yang justru menghabiskan waktu belajar mereka untuk bermain gim atau bermedia sosial. Beberapa sekolah telah melarang penggunaan gawai di lingkungan sekolah, sementara sekolah lain justru mengintegrasikan gawai sebagai alat pembelajaran.

Dari teks di atas, kita dapat merumuskan pertanyaan diskusi sebagai berikut:

"Menurut pendapatmu, apakah penggunaan gawai di sekolah sebaiknya dilarang sepenuhnya atau diatur penggunaannya? Berikan alasanmu!"

Pertanyaan ini layak dijadikan bahan diskusi karena bersifat terbuka, mengandung dua sudut pandang yang bisa diperdebatkan, dan mendorong peserta untuk berpikir kritis serta menyampaikan argumen berdasarkan isi teks maupun pengalaman mereka.

Contoh curah pendapat yang bisa muncul dari pertanyaan ini antara lain: "Gawai sebaiknya dilarang karena mengganggu konsentrasi belajar", "Gawai boleh digunakan tetapi hanya untuk keperluan pelajaran", "Sekolah perlu membuat aturan khusus tentang waktu penggunaan gawai", dan "Orang tua dan guru perlu bekerja sama mengawasi penggunaan gawai siswa".


Contoh Teks 2:

Sampah plastik menjadi salah satu masalah lingkungan yang paling serius di Indonesia. Setiap tahun, jutaan ton sampah plastik dibuang dan berakhir di sungai, laut, serta tempat pembuangan akhir. Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, seperti larangan kantong plastik di supermarket. Meski demikian, kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah plastik dinilai masih sangat rendah.

Dari teks di atas, pertanyaan diskusi yang dapat dirumuskan adalah:

"Apa yang seharusnya dilakukan oleh pemerintah, sekolah, dan masyarakat untuk mengatasi masalah sampah plastik di Indonesia secara lebih efektif?"

Pertanyaan ini efektif sebagai pemantik diskusi karena melibatkan banyak pihak sekaligus dan mendorong peserta untuk berpikir tentang solusi nyata. Curah pendapat yang bisa muncul antara lain: "Pemerintah perlu memperketat sanksi bagi pembuang sampah sembarangan", "Sekolah bisa mengadakan program daur ulang sampah plastik", "Masyarakat perlu dibiasakan membawa tas belanja sendiri", dan "Produsen plastik harus bertanggung jawab mengelola limbah produknya".

Baik, selanjutnya kita beranjak ke latihan soal yaa... Selamat berlatih...

1. Pengertian yang tepat tentang diskusi adalah ....
A. Kegiatan berbicara sendiri untuk mengungkapkan perasaan
B. Kegiatan bertukar pikiran antara dua orang atau lebih secara terarah untuk membahas topik tertentu
C. Kegiatan membaca teks secara bersama-sama di depan kelas
D. Kegiatan mendengarkan penjelasan guru tanpa memberikan tanggapan


2. Berikut ini yang merupakan tujuan utama kegiatan diskusi adalah ....
A. Mencari siapa yang paling pandai di antara peserta diskusi
B. Memenangkan perdebatan dengan memaksakan pendapat sendiri
C. Menemukan solusi atau kesepahaman bersama melalui tukar pikiran
D. Menghibur peserta dengan cerita-cerita yang menarik


3. Dalam sebuah diskusi, peran moderator adalah ....
A. Menyampaikan pendapat paling banyak dibandingkan peserta lain
B. Memimpin jalannya diskusi agar terarah, tertib, dan sesuai topik
C. Menentukan siapa peserta yang pendapatnya paling benar
D. Mencatat seluruh hasil diskusi tanpa boleh ikut berbicara


4. Curah pendapat atau brainstorming dalam diskusi bertujuan untuk ....
A. Menyaring hanya satu pendapat terbaik sejak awal diskusi
B. Mengumpulkan sebanyak mungkin gagasan secara bebas sebelum dievaluasi bersama
C. Mematahkan pendapat peserta lain agar diskusi lebih seru
D. Mempercepat diskusi agar segera menghasilkan keputusan


5. Berikut ini yang termasuk sikap yang mencerminkan etika berdiskusi yang baik adalah ....
A. Menyela pembicaraan peserta lain jika tidak setuju dengan pendapatnya
B. Hanya mau mendengar pendapat yang sama dengan pendapat sendiri
C. Menyampaikan pendapat dengan santun dan disertai alasan yang logis
D. Menolak semua pendapat orang lain agar diskusi lebih cepat selesai


6. Di bawah ini contoh pertanyaan diskusi yang paling baik dan tepat adalah ....
A. "Apa ibu kota Indonesia?"
B. "Berapa jumlah pulau di Indonesia?"
C. "Kapan Indonesia merdeka?"
D. "Bagaimana cara mengurangi dampak sampah plastik terhadap lingkungan laut?"


Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 7 - 9!
Kegiatan membaca buku di kalangan pelajar semakin menurun seiring berkembangnya media sosial dan platform hiburan digital. Survei yang dilakukan oleh sebuah lembaga pendidikan menunjukkan bahwa rata-rata pelajar Indonesia hanya membaca buku selama 30 menit per hari. Padahal, membaca buku terbukti meningkatkan kemampuan berpikir kritis, memperluas kosakata, dan memperdalam pemahaman siswa terhadap berbagai mata pelajaran. Beberapa sekolah telah menerapkan program membaca 15 menit sebelum pelajaran dimulai sebagai upaya menumbuhkan kembali minat baca siswa.

7. Informasi utama yang disampaikan dalam teks di atas adalah ....
A. Survei lembaga pendidikan tentang kebiasaan belajar pelajar Indonesia
B. Penurunan kegiatan membaca buku di kalangan pelajar akibat media sosial dan hiburan digital
C. Manfaat membaca buku bagi kemampuan berpikir kritis siswa
D. Program membaca 15 menit yang diterapkan oleh beberapa sekolah


8. Berdasarkan teks di atas, pertanyaan diskusi yang paling tepat untuk diajukan adalah ....
A. "Berapa menit rata-rata pelajar Indonesia membaca buku setiap hari?"
B. "Siapa yang melakukan survei tentang kebiasaan membaca pelajar?"
C. "Apa yang seharusnya dilakukan oleh sekolah, orang tua, dan siswa agar minat baca pelajar kembali meningkat?"
D. "Kapan program membaca 15 menit sebelum pelajaran mulai diterapkan di sekolah?"


9. Berikut ini adalah contoh curah pendapat yang sesuai dengan isi teks di atas, kecuali ....
A. "Sekolah sebaiknya menyediakan perpustakaan yang nyaman dan koleksi buku yang menarik"
B. "Orang tua perlu memberi contoh dengan membiasakan membaca buku di rumah"
C. "Pemerintah perlu melarang seluruh penggunaan media sosial bagi pelajar"
D. "Siswa perlu membatasi waktu bermain gawai dan menyisihkan waktu untuk membaca"


Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 10, 11, dan 12!
Makanan cepat saji semakin digemari oleh anak-anak dan remaja di Indonesia. Rasanya yang lezat, harganya yang terjangkau, dan ketersediaannya yang mudah menjadi daya tarik utama makanan jenis ini. Namun, para ahli gizi memperingatkan bahwa konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Di sisi lain, ada yang berpendapat bahwa mengonsumsi makanan cepat saji sesekali tidak akan membahayakan kesehatan selama diimbangi dengan pola hidup aktif dan olahraga.

10. Informasi yang tepat berdasarkan isi teks di atas adalah ....
A. Makanan cepat saji tidak memiliki dampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi dengan porsi kecil
B. Para ahli gizi mendukung konsumsi makanan cepat saji karena harganya terjangkau
C. Konsumsi makanan cepat saji secara berlebihan dapat menyebabkan obesitas, tekanan darah tinggi, dan diabetes
D. Anak-anak dan remaja dilarang keras mengonsumsi makanan cepat saji oleh pemerintah


11. Topik diskusi yang paling sesuai untuk dikembangkan dari teks di atas adalah ....
A. Cara memasak makanan cepat saji yang lezat di rumah
B. Daftar restoran cepat saji yang paling populer di Indonesia
C. Perlu atau tidaknya pembatasan konsumsi makanan cepat saji di kalangan pelajar
D. Sejarah masuknya makanan cepat saji ke Indonesia


12. Berikut ini yang merupakan contoh curah pendapat yang tepat berdasarkan teks adalah ....
A. "Makanan cepat saji harus dihapus dari seluruh Indonesia karena berbahaya"
B. "Sekolah perlu mengadakan edukasi gizi agar siswa memahami dampak makanan cepat saji bagi kesehatan"
C. "Tidak perlu membahas makanan cepat saji karena itu urusan pribadi masing-masing"
D. "Harga makanan cepat saji sebaiknya dinaikkan agar tidak terjangkau pelajar"


Bacalah teks berikut untuk menjawab soal nomor 13, 14, dan 15!
Banjir kembali melanda beberapa wilayah di kota tersebut setelah hujan deras mengguyur selama dua hari berturut-turut. Warga yang terdampak terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman sambil menunggu air surut. Menurut warga setempat, banjir ini terjadi setiap tahun dan semakin parah karena saluran drainase yang tersumbat sampah serta berkurangnya daerah resapan air akibat pembangunan. Pemerintah daerah telah berjanji akan segera melakukan normalisasi saluran air, namun warga berharap ada solusi jangka panjang yang lebih permanen.

13. Berdasarkan teks di atas, penyebab banjir yang disebutkan oleh warga setempat adalah ....
A. Hujan deras yang mengguyur selama satu minggu penuh tanpa henti
B. Kurangnya tempat pengungsian bagi warga yang terdampak banjir
C. Saluran drainase yang tersumbat sampah dan berkurangnya daerah resapan air
D. Pemerintah daerah yang terlambat melakukan normalisasi saluran air


14. Pertanyaan diskusi yang paling tepat berdasarkan isi teks di atas adalah ....
A. "Sudah berapa hari hujan deras mengguyur wilayah tersebut?"
B. "Ke mana warga yang terdampak banjir mengungsi?"
C. "Apa solusi jangka panjang yang dapat dilakukan oleh pemerintah dan masyarakat untuk mencegah banjir yang terjadi setiap tahun?"
D. "Siapa yang berjanji melakukan normalisasi saluran air di wilayah tersebut?"


15. Berikut ini adalah contoh curah pendapat yang paling relevan dan konstruktif berdasarkan teks di atas ....
A. "Warga yang tinggal di daerah rawan banjir sebaiknya pindah saja ke kota lain"
B. "Pemerintah daerah perlu membangun sistem drainase yang lebih baik, memperbanyak ruang terbuka hijau sebagai daerah resapan air, dan menggalakkan program tidak membuang sampah sembarangan kepada masyarakat"
C. "Banjir adalah bencana alam yang tidak bisa dicegah sehingga tidak perlu didiskusikan"
D. "Cukup dengan membagikan bantuan kepada korban banjir setiap tahun tanpa perlu mencari solusi lain"


Demikian Ringkasan Materi Diskusi dan Curah Pendapat: Bahasa Indonesia Kelas 6 SD/MI Semester 1 (Ganjil) Kurikulum Merdeka Edisi Revisi. Semoga pembahasan di atas dapat membantu teman- teman dalam belajar. Kami masih akan mempublish materi- materi lainnya, hanya di AhzaaNet. 

Semoga Bermanfaat.

Salam. 

Formulir Kontak